The Mystery of Numbers

The Mystery of Numbers

Why is the number seven luckyeven holyin almost every culture?

Why do cats have nine lives (except in Iran, where they have seven)?

But in this fascinating book, Annemarie Schimmel shows that numbers have been filled with mystery and meaning since the earliest times, and across every society.In The Mystery of Numbers Annemarie Schimmel conducts an illuminating tour of the mysteries attributed to numbers over the centuries.

Schimmel also reveals how our fascination with numbers has led to a rich cross-fertilization of mathematical knowledge: "Arabic" numerals, for instance, were picked up by Europe from the Arabs, who had earlier adopted them from Indian sources ("Algorithm" and "algebra" are corruptions of the Arabic author and title names of a mathematical text prized in medieval Europe).

Number symbolism, she shows, has deep roots in Western culture, from the philosophy of the Pythagoreans and Platonists, to the religious mysticism of the Cabala and the Islamic Brethren of Purity, to Kepler's belief that the laws of planetary motion should be mathematically elegant, to the unlucky thirteen.

After exploring the sources of number symbolism, Schimmel examines individual numbers ranging from one to ten thousand, discussing the meanings they have had for Judaic, Christian, and Islamic traditions, with examples from Indian, Chinese, and Native American cultures as well.

Using examples ranging from the Bible to the Mayans to Shakespeare, she shows how numbers have been considered feminine and masculine, holy and evil, lucky and unlucky.A highly respected scholar of Islamic culture, Annemarie Schimmel draws on her vast knowledge to paint a rich, cross-cultural portrait of the many meanings of numbers.

Read Online The Mystery of Numbers

Zaten sona gelindiinde öyle bir resim çizilmi oluyor ki, ne okudunuz, neye baktnz, bu kitap niye elinizde duruyor demeye balyorsunuz.

Matahari dan bulan, sebagai tanda-tanda dalam buku agung alam semesta menjadikan manusia merasa bahwa angka-angka memiliki berbagai keistimewaan khusus yang bukan hanya mengelilingi serta menunjukkan ruang dan waktu dalam rumusan-rumusan abstrak, melainkan juga menjadi bagian dari sebuah sistem hubungan yang misterius dengan bintang-bintang dan berbagai fenomena alam lainnya. Buku The Mystery of Numbers (Miseri Angka-Angka) yang ditulis oleh Annemarie Schimmel ini mencoba menelusuri kepercayaan-kepercayan mengenai angka dari berbagai peradaban kuno dan tradisi agama Islam, Yahudi, dan Kristen. Angka Arab, seperti yang telah kita kenal dan dipakai sekarang, mengikuti huruf-huruf semitik kuno, yang disebut abjad, dan karena setiap huruf memiliki makna ganda, kita dapat dengan mudah membentuk hubungan antara nama-nama, kata-kata yang bermakna, dan angka-angka.dalam tradisi Islam seni mengasilkan kronogram-kronogram yang elegan dan sangat maju, dan pada waktu-waktu kemudian judul sebuah buku bisa digunakan untuk mencatat tanggal selesai penerbitannya: judul sebuah buku dalam bahasa Persia, Bagh u Bahar (Taman dan Musim Semi), misalnya, menunjukkan nilai angkanya (2+1+1000+6+2+5+1+2+200), yang berarti bahwa buku ini disusun tahun 1216 H (1801/2 M). Kepercayaan kuno pada tatanan angka telah menggiring, seperti dalam kasus Kepler, pada penemuan-penemuan ilmiah, tetapi jauh lebih sering mendorong pada manipulasi-manipulasi magis. Ternyata angka Sembilan tidak hanya sebagai angka keberuntungan, tetapi juga angka kenegatifan, misalnya Petrus Bungus yang menyamakan angka Sembilan dengan sakit dan kesedihan dan mengatakan bahwa mazmur kesembilan berisi ramalan antikristus. Sembilan malaikat dalam Dante adalah refleksi dari kesempurnaan angka 3, yang kemudian dilengkapi dengan Tuhan yang Esa yang meliputi segala sesuatu sehingga membentuk keutuhan 10. Dalam sebuah artikel Triskaidekaphobia (ketakutan pada angka 13), Paul Holfman menulis di Smithsonian Magazine Februari 1987 bahwa fobia yang namanya sulit dieja ini menelan biaya satu miliar dolar Amerika per tahun karena fobia itu menyebabkan orang mangkir dan pembatalan keberangkatan kereta dan pesawat terbang, serta mengurangi aktivitas perdagangan pada tanggal tiga belas setiap bulannya. Masih dalam tradisi Kristen, dengan berpatokan pola 12 + 1 pada Jamuan Terakhir, sering disebut sebagai angka hierarki-hierarki infernal. Angka ini secara umum dikaitkan dengan sihir dan black magig, dan di sini kotak magis yang bertalian dengan Mars memainkan peran penting, karena angka sentralnya adalah 13, dan jumlahnya selalu sama dengn 5 x 13. Selain itu, 20 tanda untuk hari-hari selama satu bulan dikombinasikan dengan angka-angka 1-13, dan penyusunan sebuah kalender dilakukan dengan ramalan (prognostication). Sebagaimana dalam kebudayaan Maya Kuno, 13 juga dianggap sebagai angka sakral dan menguntungkan dalam tradisi Ibrani. Sepertinya makna yang terkandung di dalam angka sangat bergantung dari interpretasi masyarakat yang dikontruks oleh cara pandang, keseharian, bahkan dikaitkan dengan suatu peristiwa yang terjadi dan menimpa salah satu tokoh yang dikagumi masyarakat. Itu jalan terbaik untuk keluar dari kungkungan angka yang bisa saja sampai hari ini menghambat pola pikir dan kemajuan manusia.

Supposedly a book on the symbolism of numbers, and the cross-fertilization of ideas amongst different cultures and faiths. And yes, the book manages to look at a large range of ideas, from a large range of cultures and faiths.

Sementara dalam sejumlah peradaban yang lebih modern, angka-angka dianggap memiliki nilai numerik serta dapat melambangkan sesuatu.

Memang buku ini bukan novel, tapi Ann menambahkan beberapa cerita mitos yang seru dalam setiap penjelasannya, jadi terkesan seperti sebuah cerita sejarah yang sangat exotic.

  • English

  • Science

  • Rating: 3.65
  • Publish Date: February 1st 1994 by Oxford University Press, USA
  • Isbn10: 0195089197
  • Isbn13: 9780195089196