Autumn in Paris

Autumn in Paris

Ia mengira sudah memiliki segalanya dalam hidup sampai ia bertemu Tatsuya Fujisawa yang susah ditebak dan selalu membangkitkan rasa penasarannya sejak awal.Tatsuya Fujisawa benci Paris dan musim gugur.

Ia datang ke Paris untuk mencari orang yang menghancurkan hidupnya.

Read Online Autumn in Paris

Hingga ke saat-saat akhir, saya masih mengharapkan 'keajaiban' akan berlaku, di mana ada satu penyebab yang dapat 'mengikat' Tara-Tatsuya. Seumur hidup saya, tidak pernah lagi rasanya saya menemui kisah di mana dua perkataan tersebut memberi kesan yang amat mendalam. Dan bila Tara turut mengetahui rahsia itu, hati saya juga turut berasa sakit.

Sesederhana itu." Buku karya Ilana Tan ini mengisahkan tentang Tara Dupont, gadis keturunan Indonesia-Perancis yang tinggal di Paris dan Tatsuya Fujisawa, seorang arsitek dari Jepang. Ia juga membenci Paris, namun ia datang ke kota itu untuk menelusuri jejak masa lalunya yang tak terduga sampai ia bertemu dengan Tara. Kisah roman manusia urban masa kini dikemas apik dalam buku yang merupakan salah satu bagian dari trilogi musim karya Ilana Tan lainnya, yaitu Summer in Seoul dan Winter in Tokyo. Penggambaran adegan dan karakter yang kuat dari buku ini menjadikan kisah cinta Tara dan Tatsuya lebih menyentuh hati para pembacanya.

Ketika kebenaran terungkap, tersingkap pula arti putus asa arti tak berdaya Ilana Tan tampil dengan cara berceritanya yang khas seperti skenerio drama dengan latar tempat Paris. Meskipun ceritanya terkesan klise dan mudah di tebak namun Ilana Tan memberikan kejutan di akhir cerita. Ilana Tan termasuk produktif, novel ini adalah novel keduanya setelah Summer in Seoul dan novel ketiganya Winter in Tokyo.

Ya, ini kisah yang sedih sekali dan hamba suka itu. Mungkin aneh tapi pada hamba jika hendak menulis (atau contoh yang lain membuat filem/drama) yang sedih biar sampai orang menangis. Jika ditanya mungkin tiada yang hamba tidak suka tentang buku ini.

Di awal cerita benar-benar romance..disuguhi dengan pengakuan cinta pada pandangan pertama, pertemuan yg serasa takdir, pengakuan manis on air di radio..jalan-jalan melihat sudut kota Paris. Tau kapan menampilkan adegan ini dan itu, sehingga pembaca yg membacanya menjadi teraduk-aduk emosinya.

Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai? Kesedihan yang mendalam tidak bisa menjadi alasan untuk mengakhiri kehidupan itu sendiri. Kira-kira ini yang menjadi jiwa dari kutipan berikut : Biarkan aku menangis. Aku akan baik-baik saja.

Hingga kemudian telinganya mendengar diary Monsieur Fujitatsu di radio dan tanpa sadar pria itu sudah menjadi bagian yang penting dalam hidupnya, yang selalu dia tunggu. Ini Novel Ilana Tan Yang Paling Keren! Tapi hanya novel ini yang tidak bisa diprediksi, yang menyayat hati, yang hampir bikin banjir di rumah gue. Intinya: meskipun gue benci novel sedih, tapi gue salut banget sama Ilana Tan. Kasih deh jempol tangan, kaki, sampai pinjam jempol orang kalau perlu.

Tatsuya Fujisawa langsung tertarik pada Tara Dupont, gadis yang tanpa sengaja menabraknya di bandara saat ia pertama kali menjejakkan kaki di Paris. Kalau diingat-ingat sih, tema novel ini sama sekali bukan tema baru, malah bisa dibilang klise, sudah pernah ada di berbagai novel cinta atau film-film drama.

Bukan menangis tersedu-sedu, namun sesenggukan karena tiap kata yang lewat saya baca menahan napas saya.

Atau kalau ternyata gak ada, apakah sungai itu di pinggir jalan besar sehingga permukaannya memantulkan mobil2 yg berseliweran atau justru pasangan2 yang berpacaran? Ini ada contoh deskripsi dari narasi drama 'Call the Midwife' yg saya suka banget : The River Thames pulsed through the heart of the East End like its blood, sustaining its people and taking much away with it what they had thrown or lost. Aduuuh..karena saya suka banget, mari kita terjemahkan supaya bisa lebih diresapi: Sungai Thames berdenyut melalui jantung East End seperti nadinya, memastikan keberlangsungan penduduknya dan membawa dengannya apa yang mereka buang dan tak sengaja terhilang. Jadi dari deskripsi yg puitis ini kita tahu bhw Thames itu bukan sungai yg indah berair tenang, namun fungsional dan sibuk. (ini lebay, saya tau beberapa editor gak suka sama unsur ini krn klise) -jalan cerita fokus banget sama 1 hal, mis balas dendam, cinta tak sampai , rebut harta -kebetulan2 adegan kuping-menguping Menurutku, hidup manusia itu kompleks, dan kekompleksan itu yg membuat cerita bisa jadi menarik. Seandainya di Sebastien dan Fujisawa diceritakan gak cocok dalam pendapat mereka membangun sebuah gedung (dan tentu saja penulis harus riset biar gak ada pembaca jurusan arsitek yg protes kalau fakta2nya ngaco), tentu novel ini jadi lebih menarik sekaligus edukatif. Adegan kuping-menguping khas drama korea hihihih..selalu ada deh, pas percakapan super penting, tiba2 ada org ketiga yg mendengar di background..halah..dalam keadaan nyata, mana bisa si Tara nguping percakapan ayahnya dengan dokter sampai sepanjang itu dr awal-habis...makanya, cuma terjadi di sinetron dan drama Korea Ya begitulah..it was ok